04 Februari 2016

Kiat Sukses Menjalani Hidup Sehat Dengan Diabetes

Foto: health/usnews

Hidup normal dengan diabetes tipe 1 atau 2 adalah harapan yang bisa tercapai dan bukan hal yang mustahil. Betapa tidak, banyak orang menjalani hidup dengan diabetes  selama puluhan tahun, di mana mereka mendapatkan diabetes sejak usia kanak-kanak (tipe 1) kemudian mereka bisa bertahan dan hidup dengan normal meski dengan sehat hingga usia usia dewasa matang. Ini sangat menakjubkan.

Di saat diabetes disebut sebagai penyakit kronis mematikan dan tidak ada harapan untuk sembuh, tetapi jika diabetes dikelola dengan baik dan benar maka harapan untuk hidup lebih lama terbuka lebar. Selain itu, mengelola diabetes adalah sangat penting setidaknya agar terhindar dari resiko komplikasi akut berat.

Lalu apa kiat sukses menjalani hidup sehat dengan diabetes dengan nyaman dan penuh harap? Anda atau anak anda saat pertama kali mendapatkan diabetes, maka saat itulah kehidupan anda bersama diabetes dimulai. Anda akan mendapatkan banyak arahan, pendidikan dan pengalaman yang memandu anda dalam mengatasi diabetes. Kehidupan anda saat itu dan selanjutnya akan terasa berbeda dengan orang lain yang normal di satu sisi, dengan perlakuan-perlakuan yang berbeda.

Namun, banyak orang mengalami stres terhadap perlakuan berbeda ini sehingga berujung pada depresi. Ini jangan sampai terjadi pada diri anda. Di satu sisi anda harus berjuang mengobati tubuh anda dari diabetes, di sisi lain anda harus mengendalikan emosi dengan banyak bersabar dan pasrah bahwa ini tidak akan selalu menjadi hal terburuk.

Clifford Whittaker hidup sehat dengan diabetes selama 88 tahun. Dia mendapatkan diabetes tipe 1 pada usia 8 tahun/foto: bbc.co.uk

Saya pernah menjumpai beberapa orang dengan pengalaman diabetes dan saya juga pernah membaca artikel tentang cerita seseorang dengan pengalaman dia bersama diabetes. Bagaimana mereka mampu bertahan hidup bersama diabetes? Mereka menuturkan bahwa kunci sukses hidup bersama diabetes tipe  adalah diet sehat, olahraga dan penggunaan insulin yang tepat. Insulin merupakan kebutuhan primer bagi penderita diabetes tipe 1, mereka sangat bergantung pada insulin sepanjang hidupnya.

Diet sehat

Sebagian orang memahami bahwa penderita diabetes akan dihadapkan dengan makanan khusus untuk dikonsumsi harian selamanya. Padahal tidak demikian. Diet diabetes tidak menyuruh anda membuang menu utama atau kesukaan anda dan menggantikannya dengan makanan khusus terkait diabetes. Dalam aturan diet (tidak hanya khusus diabetes) anda diperbolehkan makan apa saja selama gizi yang diperlukan oleh tubuh adalah seimbang. Terkait diabetes, diet anda akan diatur dengan pembatasan jumlah asupan makanan dan kapan makanan itu hendak disajikan menurut kadar gula darah anda.

Selain itu, anda juga akan diarahkan pada skala prioritas dalam menu harian anda. Artinya, ada makanan yang harus anda konsumsi untuk mengendalikan gula darah, ada makanan yang boleh anda konsumsi dengan batasan wajar dan ada makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari. Oleh karenanya, saat anda ingin menerapkan diet diabetes, sebaiknya anda menemui tim peduli diabetes yang akan memandu anda, bagaimana anda merencanakan diet diabetes.

Olahraga

Olahraga merupakan aktifitas fisik yang paling efektif untuk menurunkan kadar gula darah, apalagi ia dilakukan secara rutin. Saya lebih sependapat dengan memasukkan latihan ke dalam daftar pengobatan alami non medis untuk diabetes daripada hanya sekedar aktifitas fisik biasa. Sebab, latihan yang diperlukan dalam pengendalian gula darah adalah minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit per latihan.

Apa latihan yang bagus bagi diabetes tipe 1? Anda tidak perlu melakukan latihan berat seperti sepak bola, bola volly atau basket yang tentu membuat anda kelelahan. Anda hanya perlu latihan ringan seperti jalan cepat, bersepeda atau senam aerobik. Untuk mendapatkan latihan yang tepat bagi anda, temui tim medis anda untuk mendapatkan pengarahan tepat tentang latihan yang disesuaikan dengan diet dan kebutuhan obat-obatan anda jika anda mengambilnya.

Insulin

Diabetes tipe 1 bergantung pada insulin sehingga pasien diharuskan melakukan terapi insulin dalam per hari dengan jumlah dosis yang ditentukan sesuai pembacaan kadar gula darah. Oleh karenanya, insulin sangat erat hubungan dengan pola makan terutama tentang karbohidrat, di mana setiap suntikan akan menyesuaikan jumlah karbohidrat yang menyumbang glukosa pada darah. Semakin banyak gram karbohidrat yang masuk maka dosis insulin akan disesuaikan.

Insulin dikemas dengan 3 bentuk yang umum di pasaran, mereka adalah insulin suntikan, insulin pompa dan insulin pen. Ketiga bentuk ini memiliki keunggulan dan kekurangan yang mungkin bisa anda mencobanya satu per satu.

Harap anda perhatikan dengan seksama jika anda menggunakan insulin pompa. Insulin pompa didesain dengan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya, di sana terdapat pengaturan waktu dan dosis yang bisa anda atur waktunya. Kendati demikian, banyak orang tidak menyadari bahwa dengan pemakaian insulin pompa yang menempel pada tubuh seharian akan menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah karena kebanyakan insulin yang masuk), jika seorang pasien tidak selalu memonitor kadar gula darahnya.

Itulah ketiga hal dasar yang mesti anda lakukan saat anda menjalani hidup bersama diabetes tipe 1. Namun, saya ingin menambahkan 2 hal penting yang tidak kalah penting dengan ketiga hal di atas. Di mana 2 hal ini sangat mempengaruhi kehidupan anda bersama diabetes.

Tes HbA1c

Tes HbA1c atau biasa juga disebut dengan glycated hemoglobin test adalah tes darah yang penting yang menunjukkan seberapa baik gula darah anda terkendali. Apa hubungan kontrol gula darah dengan hemoglobin? Hemoglobin terdapat di dalam sel darah merah yang mengangkut oksigan ke seluruh tubuh. Saat diabetes tidak terkendali sehingga terjadi hiperglikemia (gula darah meningkat),  maka gula menumpuk dan mengendap dalam darah lalu menyatu bersama hemoglobin.

Gula yang bercampur dengan hemoglobin yang kemudian disebut dengan terglikasi, itu akan menyebabkan beragam gangguan kesehatan berat seperti kerusakan saraf, penyakit mata, gangguan ginjal dan penyakit jantung. Inilah yang kemudikan disebut dengan komplikasi diabetes yang berawal dari glikasi.

Jika gula darah meningkat dalam 8-12 minggu terakhir, tes HbA1c akan lebih tinggi. Orang dengan diabetes diharuskan melakukan tes HbA1c setiap 3 bulan sekali untuk memastikan apakah gula darah mereka sesuai target kendali. Tes HbA1c adalah digunakan dengan pemantauan gula darah di rumah untuk membuat penyelarasan dalam obat-obatan diabetes. Hasil tes HbA1c sesuai kondisi sebagaimana berikut :

HbA1c di bawah 42 mmol / mol (6,0%): Non-diabetes
HbA1c antara 42 dan 47 mmol / mol (6,0-6,4%): regulasi glukosa Gangguan (IGR) atau Prediabetes
HbA1c dari 48 mmol / mol (6,5%) atau lebih: diabetes


Obat-obatan

Selain insulin, pasien diabetes tipe 1 juga memerlukan obat-obatan dalam pengendalian kadar gula darah dan lain-lain. Pengambilan obat-obatan diabetes tipe 1 tentu berbeda jauh dengan obat-obatan diabetes tipe 2. Namun, saya akan membahas lebih detail tentang obat-obatan ini dalam artikel tersendiri agar.

Dengan demikian, saya berharap kepada semua pasien diabetes agar mereka bisa menjalani kehidupan bersama diabetes tipe 1 tanpa ada rasa khawatir tentang penyakit mereka dan hidup penuh harap dan dalam kelimpahan nikmat Allah.


#Original Article by Hasan Weemha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar